Handrian Okt

Handrian Okt

Your Best Partner Invesment & Trading

Contoh formasi dasar didalam chart.

Berikut contoh formasi dasar langsung didalam chart IHSG.


Bullish XAB

Jika kita perhatikan, garis trend yang ditarik berwarna hitam, menunjukan formasi Bullish XAB, dan dilanjutkan dengan garis trend yang ditarik dengan berwarna pink sama juga dengan Bullish XAB, dan seterusnya.


Bullish XAY

Dari contoh formasi Bullish XAY diatas, garis trend yang ditarik berwarna hitam, merupakan formasi Bullish XAY, dan begitu pula kelanjutan nya yang ditarik garis trend berwarna pink, merupakan formasi Bullish XAY.


Bullish ABCD

Dari contoh formasi Bullish ABCD diatas, garis trend yang berwarna hitam merupakan formasi bullish ABCD dan seterusnya yangmembentuk formasi Bullish ABCD .



Bearish XAB

Jika kita perhatikan, garis trend yang ditarik berwarna hitam, menunjukan formasi Bearish XAB, dan dilanjutkan dengan garis trend yang ditarik dengan berwarna pink sama juga dengan Bearish XAB, dan seterusnya.


Bearish XAY

Dari contoh formasi Bearish XAY diatas, garis trend yang ditarik berwarna hitam, merupakan formasi Bearish XAY, dan begitu pula kelanjutan nya yang ditarik garis trend berwarna pink, merupakan formasi Bearish XAY.


Bearish ABCD

Dari contoh formasi Bearish ABCD diatas, garis trend yang berwarna hitam merupakan formasi Bearish ABCD dan seterusnya yangmembentuk formasi Bearish ABCD .



Sideways

Diatas Merupakan Contoh Formasi Sideways, dimana pembeli dan penjual sama kuat.

Formasi Dasar Chart

Chart Memiliki formasi tersendiri. pada saat harga bergerak naik, tidak selamanya akan naik, akan ada dimana harga akan ter koreksi turun. Begitu juga sebaliknya, pada saat harga bergerak turun, tidak selamanya akan turun, akan ada dimana harga akan ter koreksi naik. Harga bergerak didalam satu pola gerakan, dimana harga memiliki formasi nya. Berikut beberapa contoh formasi dasar gerakan chart

 

    1. Formasi Naik/Bullish
      • Pola XAB, merupakan gerakan dari Harga yang bergerak naik dari titik X ke titik A, dimana harga tersebut akan terkoreksi ke titik B, dan akan melanjutkan kenaikannya kembali.

      • Pola Bullish XAY merupakan kelanjutan dari XAB. dimana Titik X(pola XAY) = titik A(pola XAB), dan titik A(pola XAY) = Titik B(Pola XAY).

    • Pola Bullish ABCD merupakan gabungan dari Pola XAB + Pola XAY menjadi pola ABCD.

 


  1. Pola Bearish
    • Pola Bearish XAB merupakan dari harga yang bergerak turun dari titik X, ke titik A, lalu harga akan terkoreksi ke titik B, lalu akan melanjutkan penurunan nya kembali.

    • Pola Bearish XAY merupakan lanjutan dari Pola Bearish XAB, dimana titik X(pola XAY) = titik A(pola XAB) , dan titik A(pola XAY) = titik B(pola XAB).

  • Pola Bearish ABCD, merupakan gabungan dari pola bearish XAB + pola bearish XAY.

 


      1. Pola Sideways

    Pola Sideways, merupakan pergerakan harga yang dimana permintaan dan penawaran sama kuat.

Mengenal Swing

MENGENAL SWING

Didalam Analisa Teknikal, swing merupakan dasar yang paling penting. Melalui swing, kita bisa mengetahui arah trend yang sudah terjadi, dan pergerakan arah trend selanjutnya. Swing menjadi tendensi pergerakan harga. Swing dibagi menjadi 2, yaitu SWING HIGH / PEAK & SWING LOW / TROUGH.

  1. SWING HIGH / PEAK

Swing high, memiliki high yang tertinggi. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi swing high.

  1. candle/bar disebelah kiri, high nya tidak lebih tinggi dari high Peak.
  2. candle/bar disebelah kanan, high nya tidak lebih tingg dari Peak, dan low candle Peak di break oleh candle/bar di sebelah kanan nya.

 

 

 


  1. Swing Low / Trough

Swing low / Trough, memiliki low yang terendah. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi swing low.

  1. Candle/Bar disebelah kiri, low nya tidak lebih rendah dari low candle/bar trough.
  2. Candle/Bar disebelah kanan, low nya tidak lebih rendah dari low candle/bar trough, dan high dari candle/bar trough, di break oleh candle disebelah kanan nya.

 

 

 

 


3. Contoh Swing High dan Swing low pada chart IHSG


Dari contoh diatas, ada beberapa swing high dan swing low. Bisa diperhatikan, syarat2 menjadi swing high & swing low harus terpenuhi. Jika kita menarik garis, maka hasil nya akan seperti ini.

Cara menarik garis, diwajibkan untuk menarik dari peak ke trough bukan dari peak ke peak, atau trough ke trough.

Titik swing high paling tinggi disebut, Higher Peak, dikarenakan titik tertinggi. Lalu dari Higher Peak, dihubungkan ke Lower Trough, dikarenakan titik paling rendah. lalu dari Lower Trough, ditarik ke Lower Peak, dikarenakan titik nya lebih rendah dibandingkan Higher Peak sebelum nya. Lalu Lower Peak ditarik ke Higher Trough, dikarenakan titik Higher Trough lebih tinggi dibandingkan dengan Lower Trough sebelum nya. begitu seterus nya.

 

Jenis-Jenis Chart

JENIS-JENIS CHART

Chart yang umum digunakan, terdapat 3 jenis chart.

  1. Bar Chart
  2. Line Chart
  3. Candlestick Chart

  1. BAR CHART


Bar Chart paling banyak digunakan dalam analisa teknikal. Bar Chart menunjukan harga pembukaan harian/open, high, low, dan close/harga penutupan.

 

 

 

Tic di sebelah kanan merupakan harga pembukaan.

Tic disebelah kiri merupakan harga penutupan.

Tic diatas merupakan harga tertinggi.

Tic dibawah merupakan harga terendah.

 

Contoh :

Harga Bar chart berwarna hijau. Bar chart bewarna merah
Harga OPEN 1.200 1.800
Harga tertinggi 2.000 2.000
Harga terendah 1.000 1.000
Harga Close 1.800 1.200

 

 

 

 

 

 

 

 

 


  1. Line Chart

Line chart, mencatatkan harga penutupan saja. sehingga jarang sekali para analis, menggunakan line chart ini. di Line chart, tidak ada pencatatan harga pembukaan, tertinggi, maupun harga penutupan. Semua yang dicatat oleh line chart, adalah harga terendah, yang menjadi harga penutupan dari line chart.

 

 


  1. CandleStick Chart

Candlestick diciptakan oleh seorang pedagan beras di jepang, yang bernama Munehisa Homma, pada abad ke-17. Dalam penggunaannya, Candlestick sama dengan bar chart, yang menuliskan harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah, dan harga penutupan.

Tic paling atas merupakan harga tertinggi. Tic paling bawah, merupakan harga terendah. Open dan close di candlestick, sesuai dengan arah harga.

 

 

 

Contoh :

Harga Putih / Hijau Hitam / Merah
Harga OPEN 1.200 1.800
Harga tertinggi 2.000 2.000
Harga terendah 1.000 1.000
Harga Close 1.800 1.200

 

 

 

 

 

 

 

Demikian Jenis – Jenis chart yang umum dipakai oleh para analis di dunia.

FILOSOFI DASAR PEMIKIRAN TEKNIKAL ANALISIS

FILOSOFI DASAR PEMIKIRAN TEKNIKAL ANALISIS

Pendekatan Teknikal analisis, terdapat 3 Premis besar.

  1. Aksi pasar Telah memperhitungkan segalanya (Market Action Discount Everything)
  2. Harga Bergerak dalam tren. (Maket move in trend)
  3. Sejara berulang dengan sendirinya. (History repeat it self)

AKSI PASAR MEMPERHITUNGKAN SEGALANYA

Dalam pernyataan “Aksi pasar memperhitungkan segalanya” membentuk apa yang menjadi landasan Teknikal analisis. Dalam premis pertama ini harus diterima seutuhnya. Para pelaku pasar percaya bahwa segala sesuatu yang dapat mempengaruhi pasar, baik secara fundamental, politisi, psikologi, ekonomi, dan sebagainya, sebenarnya sudah tercermin didalam harga pasar itu sendiri. Pergerakan harga mencerminkan perubahan dari adanya penawaran dan permintaan. Jika permintaan lebih besar dari pada penawaran maka harga akan naik, begitu pula sebaliknya jika penawaran lebih besar dari pada permintaan, maka harga akan turun.

Kebanyakan pelaku pasar setuju bahwa didalam kekuatan yang mendasari penawaran dan permintaan, fundamental ekonomi didalam suatu pasar, yang menyebabkan harga bergerak naik atau turun. Didalam chart sendiri tidak menyebabkan pasar naik atau turun, melainkan hanya mencerminkan psikologi dari pelaku pasar. Dengan mempelajari chart harga dan sejumlah indikator pendukung, memungkinkan para pelaku pasar mengetahui kemungkinan besar pergerakan harga pasar kedepan. Ini semua bukan untuk menerka harga pasar, Namun mereka hanya tidak percaya bahwa sebab-sebab tersebut merupakan aspek yang penting didalam proses forecaseting.

HARGA BERGERAK DIDALAM TREND

Premis kedua yang sangat penting didalam teknikal analisis adalah konsep dari tren. Tujuan utama mencatat aksi harga pasar adalah untuk mengetahui kecenderungan pergerakan harga akan naik atau turun. sebagian besar teknik yang digunakan dalam pendekatan ini bersifat “trend-following” dalam artian maksud dan tujuan untuk mengidentifikasi arah tren yang telah ada sebelumnya. Trend mempunyai kecenderungan melanjutkan arah trend, dibading kemungkinan untuk berbalik arah. Dalil ini diadaptasi dari hukum gerak Newton yang pertama.

SEJARAH BERULANG DENGAN SENDIRINYA.

secara psikologi, natur manusia adalah melakukan hal yang sama berulang – ulang. sehingga manusia bisa melakukan kesalahan yang sama terus berulang kali. sehingga dasar pemikiran inilah menjadi dasar didalam aksi pasar, dikarenakan pasar merupakan aksi penawaran dan aksi permintaan oleh manusia itu sendiri. sehingga, apa saja yang tertuang didalam chart akan berulang dengan sendirinya.

untuk analisa teknikal akan dipelajari satu persatu untuk memahami dasar basic dari analisa teknikal itu sendiri.

 

Referensi : Technical Analysis of the Financial Market. By John J. Murphy

IDX Value30 VS IDX Growth30

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kembali meluncurkan index saham baru yang akan diluncurkan pada tanggal 12 agustus mendatang, yaitu IDX VALUE30 dan IDX GROWTH30.

IDX VALUE30 adalah index yang mengukur kinerja dari 30 saham yang akan dipilih berdasarkan valuasi harga rendah atau bisa dibilang relatif murah. tentunya 30 saham tersebut akan dipantau melalui kinerja keuangan yang baik.

IDX GROWTH30 adalah index yang mengukur 30 saham menurut analisa fundamental yang baik. index ini akan memantau pertumbuhan laba dan pendapatan terhadap harga yang tinggi dengan likuiditas transaksi dan kinerja keuangan yang baik.

Berikut Penghuni yang masuk dalam Jajaran IDX VALUE30 dan IDX GROWTH30

IDX VALUE30 IDX GROWTH30
  1. BBNI
  2. UNTR
  3. INDF
  4. ADRO
  5. PGAS
  6. INKP
  7. PTBA
  8. BBTN
  9. WSKT
  10. WIKA
  11. ITMG
  12. BJBR
  13. PTPP
  14. PNBN
  15. PNLF
  16. BMTR
  17. BDMN
  18. WSBP
  19. ASRI
  20. SRIL
  21. TINS
  22. ERAA
  23. ADHI
  24. INDY
  25. ESSA
  26. BNGA
  27. WTON
  28. ELSA
  29. MAIN
  30. HRUM
  1. TLKM
  2. BBCA
  3. BBRI
  4. BBNI
  5. INTP
  6. SMGR
  7. CPIN
  8. TPIA
  9. ICBP
  10. GGRM
  11. BRPT
  12. INKP
  13. TOWR
  14. TBIG
  15. TKIM
  16. ACES
  17. LPKR
  18. JPFA
  19. MYOR
  20. PNBN
  21. PNLF
  22. RALS
  23. SMSM
  24. SSIA
  25. BDMN
  26. BKSL
  27. BNLI
  28. ERAA
  29. WOOD
  30. HOKI

Penghuni LQ45 Periode Agustus 2019 s/d Januari 2020

 

Berikut adalah daftar penghuni LQ45 Periode Agustus 2019 s/d Januari 2020

ADRO BRPT ICBP KLBF SMGR
AKRA BSDE INCO LPPF SRIL
ANTM BTPS INDF MEDC TKIM
ASII CPIN INDY MNCN TLKM
BBCA CTRA INKP PGAS TPIA
BBNI ERAA INTP PTBA UNTR
BBRI EXCL ITMG PTPP UNVR
BBTN GGRM JPFA PWON WIKA
BMRI HMSP JSMR SCMA WSKT
WhatsApp WhatsApp us